Tips Memilih Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Tips Memilih Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Bisnis franchise saat ini makin menjamur dan memberikan peluang bagi masyarakat yang ingin merintis bisnisnya sendiri. Mekanisme yang mudah dan modal yang tidak terlalu besar, membuat bisnis franchise makin diminati. Selain itu, omzet pun cukup menjanjikan, bahkan bisnis franchise bisa dijadikan investasi untuk masa depan.

Dibalik kemudahan yang ditawarkan, memulai bisnis waralaba juga butuh pertimbangan matang. Lantas, bagaimana memilih bisnis franchise? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Cara Memilih Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Bagi pemula, sebaiknya perhatikan beberapa poin penting berikut ini dalam memilih bisnis franchise yang menguntungkan:

1. Perhatikan risiko usahanya

Setiap bisnis pasti memiliki risiko, baik yang dirintis dari nol maupun bisnis waralaba. Meskipun bisnis franchise memiliki risiko yang lebih kecil, tapi kamu perlu mempertimbangkannya. Apalagi jika franchise yang akan diambil masih terbilang baru dan belum dikenal banyak orang.

Sekalipun harganya murah, tapi risiko mengambil bisnis franchise yang belum terkenal juga makin besar. Oleh karenanya, kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait bisnis yang akan diambil agar tidak menyesal di kemudian hari karena gagal.

2. Hindari franchise yang membutuhkan banyak karyawan

Poin ini berlaku bagi kamu yang memiliki modal terbatas. Franchise yang membutuhkan banyak karyawan tentunya membutuhkan biaya yang lebih banyak pula untuk menggaji karyawan. Hal ini dapat berpengaruh ke keuangan secara signifikan.

Selain dari segi biaya, banyaknya karyawan membuat risiko human error makin besar pula. Sebab, tidak semua karyawan memiliki tingkat kemampuan yang sama. Tak hanya itu, kamu juga harus meluangkan banyak waktu untuk training karyawan baru.

3. Pilih franchise yang menjanjikan

Terakhir, pilihlah franchise yang telah terbentuk sistemnya, sehingga prospeknya menjanjikan. Franchise yang telah terbentuk sistemnya memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Dengan kata lain, kemungkinan untuk sukses pun jadi lebih besar.

*Baca Juga: 10 Waralaba Modal Kecil dan Besar di Indonesia

Jenis-Jenis Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Banyak bisnis franchise yang menguntungkan di Indonesia, seperti:

  • Indomaret
  • Alfamart
  • Alfamidi
  • J&T Express
  • SiCepat
  • JNE Express
  • Ninja Express
  • Geprek Bensu
  • Kebab Baba Rafi
  • Kopi Lain Hati
  • Kopi Kulo
  • Chatime
  • Xi Bo Ba
  • Es teh
  • Teh Poci

Namun, di antara beberapa pilihan yang ada, franchise bisnis kost jadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Tak sekadar bisnis, franchise jenis ini juga bisa dijadikan investasi masa depan. Apalagi, franchise bisnis kost bersifat timeless, alias tak lekang oleh waktu.

Salah satu daya tarik dari franchise bisnis kost adalah dikembangkan dengan sistem autopilot, sehingga franchisor tidak perlu ribet lagi dalam mengelolanya. Selain itu, bisnis ini berpotensi mendatangkan omset yang besar mengingat tingginya kebutuhan kost di kalangan masyarakat.

Lebih lanjut, franchise bisnis kost kami tidak membutuhkan banyak karyawan. Jadi, kamu tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menggaji karyawan. Jadi, tunggu apa lagi? Pilih jenis-jenis bisnis franchise-mu yang menguntungkan sebagai investasi hari tua.

Apa itu Bisnis Waralaba? Jenis dan Contohnya

Apa itu Bisnis Waralaba? Jenis dan Contohnya

Siapa bilang membangun bisnis waralaba itu gampang? Ada serangkaian proses yang harus Anda lalui, mulai dari ide, modal, sumber daya, hingga strategi pemasaran yang tepat agar bisa bertahan.

Guna meminimalkan risiko, banyak orang yang memilih untuk menjalankan bisnis waralaba daripada memulai bisnis dari nol. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang apa itu waralaba.

Pengertian Bisnis Waralaba

Dalam peraturan pemerintah No. 42 tahun 2007, menerangkan bahwa bisnis waralaba adalah hak khusus yang dimiliki perorangan atau badan usaha terhadap sistem yang dimiliki. Bisnis ini dilakukan dengan perjanjian kerja sama untuk memasarkan produk atau jasa.

Jadi secara singkat, bisnis waralaba adalah sebuah kesepakatan untuk menjalankan bisnis dengan sistem yang sudah ada. Di Indonesia, bisnis waralaba bukan lagi hal baru. Ada banyak jenis-jenis waralaba yang kian beragam, mulai dari berskala kecil hingga skala besar.

*Baca Juga: 10 Waralaba Modal Kecil dan Besar di Indonesia

Jenis-Jenis Waralaba dan Contohnya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa jenis waralaba makin bervariatif seiring dengan perkembangan zaman. Dilihat dari produknya, waralaba terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

1. Waralaba produk

Yang dijual dalam waralaba jenis ini adalah sebuah produk, baik produk makanan dan minuman, pakaian, dan lain sebagainya.

2. Waralaba jasa

Sesuai dengan namanya, waralaba ini menawarkan jasa dan layanan, seperti pendidikan, jasa laundry, studio photo, agen travel, dan lainnya.

3. Waralaba gabungan

Terakhir adalah waralaba gabungan yang menjual berbagai jenis produk. Produk ini bisa berupa barang fisik maupun jasa lainnya.

Bisnis waralaba sendiri dibagi ke dalam 2 kategori, yakni waralaba dalam negeri dan waralaba luar negeri. Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan waralaba dalam negeri lebih kecil dibanding waralaba luar negeri.

Meskipun begitu, popularitas brand waralaba luar negeri tak perlu diragukan lagi, karena sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara.

*Baca Juga: Ketahui Apa Itu Waralaba, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

Contoh Waralaba di Indonesia

Bila Anda mencari waralaba, maka simak contoh berikut ini. Ada beberapa contoh waralaba Indonesia yang bisa Anda coba, diantaranya:

1. Waralaba Makanan dan Minuman

Waralaba di bidang makanan dan minuman adalah yang paling populer. Ini termasuk restoran, kafe, dan gerai makanan cepat saji. Beberapa contoh terkenal termasuk McDonald’s, Starbucks, dan Domino’s Pizza.

2. Waralaba Pendidikan

Bidang pendidikan juga menawarkan peluang waralaba yang menarik. Sekolah-sekolah dan lembaga pelatihan seringkali menawarkan waralaba. Ini mencakup taman kanak-kanak, pusat kursus, dan bahkan perguruan tinggi terkemuka.

3. Waralaba Kesehatan dan Kebugaran

Jenis waralaba ini berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran, termasuk pusat kebugaran, studio yoga, dan klinik kesehatan. Banyak orang semakin peduli akan kesehatan mereka, membuat jenis ini semakin menarik.

4. Waralaba Retail

Franchise retail mencakup berbagai jenis toko, mulai dari pakaian hingga barang elektronik. Anda dapat memilih untuk berinvestasi dalam waralaba dengan merek terkenal atau toko lokal yang mapan.

5. Waralaba Layanan Keuangan

Waralaba di sektor keuangan termasuk lembaga perbankan dan asuransi. Meskipun mungkin memerlukan modal awal yang besar, jenis ini bisa sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

6. Waralaba Perhotelan

Industri perhotelan menawarkan peluang waralaba di hotel, penginapan, dan bahkan layanan penyewaan liburan. Ini cocok bagi mereka yang tertarik dengan industri perjalanan dan pariwisata.

7. Waralaba Otomotif

Bagi yang memiliki minat dalam otomotif, ada juga waralaba yang menawarkan layanan perawatan kendaraan, penjualan mobil, dan bengkel. Bisnis ini tetap stabil karena kendaraan selalu dibutuhkan.

8. Waralaba Teknologi dan Komunikasi

Waralaba di sektor teknologi mencakup toko perangkat elektronik, layanan reparasi, dan penyedia layanan internet. Semakin meningkatnya ketergantungan pada teknologi membuat jenis ini semakin menjanjikan.

9. Waralaba Cleaning Services

Layanan kebersihan seperti laundry dan pembersihan rumah adalah jenis-jenis waralaba yang stabil. Kualitas layanan yang konsisten dapat membangun basis pelanggan yang setia.

10. Waralaba Beauty and Wellness

Industri perawatan kecantikan dan kesehatan diri terus berkembang. Waralaba dalam bidang ini mencakup salon kecantikan, spa, dan klinik kecantikan.

11. Waralaba Peternakan (Agriculture)

Bagi yang tertarik pada pertanian dan peternakan, terdapat waralaba yang menawarkan peluang di sektor ini. Ini termasuk usaha peternakan dan penjualan produk pertanian.

12. Waralaba Hiburan (Entertainment)

Waralaba hiburan mencakup bisnis seperti pusat hiburan keluarga, bioskop, dan tempat hiburan dewasa. Ini adalah jenis yang dapat menghibur dan menghasilkan pendapatan.

13. Waralaba Minyak dan Gas

Industri minyak dan gas juga memiliki waralaba, terutama dalam hal bahan bakar dan perawatan kendaraan komersial. Ini memerlukan investasi yang signifikan tetapi dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

14. Waralaba Professional Services

Jenis waralaba satu ini mencakup layanan profesional, seperti hukum, akuntansi, dan konsultasi bisnis. Waralaba ini adalah pilihan yang baik, jika Anda memiliki keahlian khusus di bidang tertentu.

15. Waralaba Lingkungan (Environmental)

Waralaba yang berfokus pada lingkungan semakin populer, dengan banyak perusahaan yang berupaya menjadi lebih berkelanjutan. Ini mencakup bisnis seperti daur ulang dan produk ramah lingkungan.

16. Waralaba Perjalanan dan Transportasi

Industri perjalanan dan transportasi menyediakan peluang dalam agen perjalanan, penyewaan mobil, dan layanan transportasi pribadi. Perjalanan selalu menjadi industri yang stabil.

17. Waralaba E-Commerce

E-commerce adalah tren yang terus berkembang. Anda dapat berinvestasi dalam waralaba e-commerce yang menjual berbagai produk secara online.

18. Waralaba Fashion and Accessories

Jika Anda memiliki minat dalam dunia model, waralaba pakaian dan aksesori mungkin cocok untuk Anda. Sektor bisnis ini mencakup toko pakaian, toko sepatu, dan lainnya yang berbau fashion.

19. Waralaba Katering (Catering)

Waralaba di bidang katering adalah pilihan bagus jika Anda memiliki bakat kuliner. Anda dapat menyediakan layanan katering untuk berbagai acara.

20. Waralaba Hewan Peliharaan (Pet Care)

Bisnis yang berkaitan dengan hewan peliharaan seperti penitipan hewan, toko hewan peliharaan, dan layanan perawatan hewan peliharaan juga termasuk dalam jenis-jenis waralaba ini.

21. Waralaba Furniture dan Dekorasi

Jika Anda memiliki minat dalam dekorasi rumah dan perabotan, waralaba di sektor ini menawarkan peluang untuk berinvestasi dalam bisnis furnitur dan dekorasi rumah.

22. Waralaba Manufaktur dan Distribusi

Waralaba manufaktur dan distribusi mencakup produksi dan distribusi produk tertentu. Ini bisa menjadi peluang yang menarik jika Anda memiliki latar belakang di bidang ini.

23. Waralaba Perhiasan (Jewelry)

Jenis waralaba yang satu ini juga mencakup bisnis perhiasan, termasuk toko perhiasan dan perusahaan perhiasan kustom. Waralaba satu ini cukup menarik untuk Anda tekuni.

24. Waralaba Internasional (International Franchises)

Jika Anda memiliki ambisi internasional, beberapa waralaba menawarkan kesempatan untuk beroperasi di luar negeri. Ini adalah jenis yang menuntut, tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan besar.

25. Waralaba Sosial (Social Franchises)

Waralaba sosial bertujuan untuk memberikan dampak sosial positif. Ini mencakup bisnis yang berfokus pada pemberdayaan komunitas dan memberikan manfaat sosial.

Bisnis Waralaba

Mengapa Bisnis Waralaba Penting?

Kalau berbicara soal modal, bisnis waralaba memang membutuhkan modal lebih sedikit daripada merintis bisnis dari nol. Namun, bukan berarti tak ada persaingan dalam menjalankan bisnis. Selain itu, bisnis waralaba juga memiliki risiko. Bukan tidak mungkin bisnis yang kamu jalankan macet di tengah jalan.

Risiko dalam menjalankan bisnis waralaba bisa diminimalkan dengan memilih franchise yang sudah terpercaya dan produknya tidak lekang oleh waktu. Sebab, salah satu bisnis waralaba yang timeless adalah franchise bisnis kost. Tak sekadar bisnis, franchise jenis ini bisa dijadikan investasi untuk masa depan.

Menariknya, kami menawarkan franchise bisnis kost autopilot yang lebih mudah dalam segi pengelolaannya. Jenis-jenis waralaba ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan, karena bisnis kost akan selalu menguntungkan.

Ketahui Apa Itu Waralaba, Contoh dan Jenis-Jenisnya

Ketahui Apa Itu Waralaba, Contoh dan Jenis-Jenisnya

Waralaba adalah jenis bisnis yang dimiliki oleh badan usaha atau perorangan dalam mendistribusikan produk yang melibatkan Franchisor sebagai pemilik merek dan Franchisee sebagai pembeli waralaba.

Secara umum, Franchisee membayar biaya royalti kepada Franchisor untuk mendapatkan hak kekayaan sistem untuk mendirikan waralaba. Bisnis ini harus ada perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak.

Biasanya, waralaba dibuat dengan pengembangan sistem yang baik dan berlandaskan pengalaman industri oleh para pakar profesional. Berikut ini ada beberapa jenis-jenis waralaba beserta contohnya.

Jenis-Jenis Waralaba

ada beberapa jenis jenis waralaba secara umum, diantaranya:

1. Waralaba Produk

Salah satu jenis waralaba yang memberikan lisensi kepada mitranya berupa bentuk fisik yang telah atau sedang di produksi. Contohnya, Mixue, Esteh Indonesia, Mie Gacoan, Chatime, Xi Boba, Exxon, Texas, GoodYear Tyres, Ford, Chrysler, John Deere, dan sebagainnya.

2. Waralaba Jasa

Sebuah waralaba yang memberikan lisensi kepada mitranya untuk menyalurkan produk dalam bentuk jasa. Contohnya, agen travel, studio photo, asuransi dan bimbingan belajar, seperti Primagama, Ganesha Operation, jasa laundry, kebugaran, dan lain sebagainya.

3. Waralaba Campuran

Ini adalah waralaba campuran yang berbentuk fisik maupun jasa. Contoh dari waralaba campuran adalah klinik kecantikan dr. Ricard yang menjual produk dan jasa berupa perawatan kecantikan. Salon Rudy yang menjual jasa tata rias rambut dan produk perawatannya.

Jenis Waralaba Berdasarkan Asalnya

Waralaba jenis ini dikategorikan berdasarkan asalnya. seperti:

1. Waralaba Mancanegara

Ini adalah jenis waralaba yang berasal dari luar negeri. Waralaba ini menjual aneka produk dari luar negeri, seperti Coca-cola, pepsi, KFC, McDonald’s, Dunkin Donnut, dan sebagainya.

2. Waralaba Dalam Negeri

Salah satu jenis waralaba yang menjual produk-produk dalam negeri atau karya anak bangsa. Contohnya, CFC, Indomart, alfamart, Haus, Janji Jiwa, Kopi Kenangan, dan sebagainya.

Jenis Waralaba Berdasarkan Cakupannya

1. Waralaba unit tunggal

Ini adalah waralaba yang dilandasi oleh sebuah kontrak atau perjanjian kerjasama. Dimana Franchisor akan memberikan hak kepada Franchisee untuk membuka dan mengoperasikan satu unit cabang atau outlet waralaba.

2. Waralaba multi unit

Sebuah perjanjian kerjasama antara franchisor dan franchisee dalam membuka dan mengoperasikan lebih dari satu unit. Biasanya, franchisor akan memberikan penilaian kepada franchisee, apakah layak untuk mengoperasikan lebih dari satu unit waralaba.

3. Development area

Jenis waralaba yang memberikan hak eksklusif kepada franchisee di wilayah tertentu. Misalnya, franchisee ingin membuka 5 unit waralaba selama 5 tahun di wilayah Jakarta. Maka, wilayah itu tidak boleh ada orang lain yang dapat membuka waralaba tersebut.

4. Master franchise

Perjanjian waralaba yang sangat tinggi tingkatannya. Franchisee memiliki hak dan kewajiban untuk membuka dan mengoperasikan sejumlah waralaba di wilayah tertentu, franchisee memiliki hak untuk menjual waralaba kepada orang lain (sub-waralaba).

Master franchise sendiri bisa dibilang anak perusahaan yang beroperasi di wilayah yang berbeda dari wilayah waralaba induknya.

*Baca Juga: 5 Franchise Terbaik di Jakarta, Siap Untung Banyak!

Jenis Waralaba Berdasarkan IFA

IFA adalah singkatan dari ‘International Franchise Association’. Ada pun jenis-jenis waralaba IFA sebagai berikut:

1. Product Franchise

Jenis waralaba mengikat yang mana pemilik brand mempunyai kontrol penuh terhadap pihak yang menjual atau mendistribusikan produk untuk dijual kembali. Franchisee akan memperoleh hak untuk menggunakan merek dan hak cipta yang sudah dibayar dengan sejumlah uang.

2. Manufacturing Franchise

Ini adalah jenis waralaba yang memberikan hak untuk membuat produk dari brand tertentu. Anda sebagai Franchisee akan mempunyai hak dalam mengelola bahan baku yang sudah disediakan oleh Franchisor.

3. Business Opportunity Ventures

Business opportunity ventures termasuk ke dalam jenis waralaba yang mewajibkan Anda untuk membeli dan mendistribusikan produk tertentu, Anda bisa memasarkan produk yang berasal dari perusahan lain.

4. Business Format Franchising

Business format franchising bisa dibilang lengkap dan menyeluruh. Pihak Franchisee akan menjual produk milik Franchisor dan menjalankan kesepakatan dengan sistem yang sudah diatur oleh pihak Franchisor.

*Baca Juga: Franchise Terbaik di Bandung Peluangnya Sangat Bagus

Jenis-Jenis Waralaba Paling Populer

Ada juga beberapa industri yang dioperasikan dengan sistem waralaba. Apa saja itu? Berikut jenis-jenis waralaba paling populer:

1. Waralaba Makanan

Ini adalah salah satu jenis waralaba terbaik untuk Anda miliki, karena waralaba ini berkinerja sangat baik, Industri makanan lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah dijual ketimbang produk atau jasa lainnya.

2. Waralaba Kebugaran

Jenis waralaba yang mengedepankan kebugaran fisik. Waralaba ini banyak peminatnya, karena sangat bermanfaat untuk kesehatan. Contohnya: Gold Gym, Fitness First, dan Hawa Gym yang melayani member.

3. Waralaba Organik

Ini adalah waralaba yang mengkhususkan diri untuk produk lingkungan alam, seperti pupuk tanaman. Jenis waralaba ini sedang naik daun, sebab mulai banyak orang yang suka menanam untuk di manfaatkan.

4. Waralaba olahraga

Jenis waralaba olahraga biasanya dijalankan oleh sebuah tim olahraga yang memberikan hak kontraktual yang kepada seorang atau investor yang ingin memiliki atau menjalankan sebuah klub olahraga.

5. Waralaba Multimedia

Waralaba yang memberikan lisensi untuk memonetisasi karya turunan, seperti film, televisi, dan video game. Contohnya, American Idol dan X Factor. Sedangkan pada film contohnya, Twilight, Fast and the Furious, The Matrix, Harry Potter, Marvel Comics, dan Transformers.

Biasanya, waralaba multimedia menyerahkan lisensi berupa kekayaan intelektual dalam bentuk karakter, alur cerita, bahkan kontrak aktor yang memperagakannya.

*Baca Juga: Daftar Waralaba Minimarket Modal Kecil dan Besar

Contoh Waralaba dengan Modal Kecil

Waralaba Lotte Grosir

1. Lotte Grosir

Lotte Grosir merupakan bagian dari Lotte Mart Indonesia yang bekerja sama dengan waralaba toko Mitra Usaha Kita-Kita (TMUK). Program TMUK membidik warung-warung tradisional untuk diubah menjadi minimarket.

Fasilitas yang di dapat seperti rak, setting interior, peralatan training, dan software informasi. Modal waralaba ini bisa kembali dalam waktu 24 bulan, pihak Lotte akan memberikan pembinaan dan studi kelayakan secara berkala.

2. LeuMart

LeuMart merupakan hasil kongres ekonomi Ummat, Ulama Indonesia (MUI). Salah satu fokus programnya menyukseskan pengembangan gerai LeuMart. Pengelola LeuMart menawarkan empat tipe kemitraan untuk Anda.

Pertama, gerai berupa warung dengan modal awal Rp12 juta dan produk konsinyasi Rp20 juta. Kedua, gerai minimarket bermodal mulai Rp74 juta. Jumlah ini sudah termasuk perlengkapan, kerja sama, dan produk konsinyasi.

Tugas dar ipemilik gerai LeuMart hanya menyiapkan tempat, petugas kasir, koneksi internet, dan listrik. Sementara risiko kedaluwarsa atau tidak laku, menjadi tanggung jawab PT Leu Ritel Indonesia sepenuhnya.

3. Rajawali Mart

Meski minimarket Rajawali Mart tidak tenar seperti Alfamart atau Indomaret, namun dengan sistem waralabanya layak untuk dicoba oleh para pemula dan sebelum menjadi minimarket Rajawali merupakan penyalur gula pasir dan daging selain itu, Rajawali juga menjadi anak usaha di segmen kesehatan.

Namun kini Rajawali berkomitmen untuk melebarkan sayap ke bisnis retail modern dan salah satunya franchise minimarket Anda perlu modal minimal Rp150 juta untuk memiliki brand Rajawali Mart kemudian, siapkan lokasi bisnis yang strategis sebagai syarat membeli brand waralaba Rajawali Mart.

4. Homart

Homart baru dibuka pada tahun 2011 silam meski tergolong baru, Homart cukup dikenal oleh masyarakat dan bahkan, minimarket besutan PT Immortal Store ini menawarkan waralaba modal kecil anda hanya harus menyediakan uang Rp60 juta untuk memperoleh fasilitas Homart.

Contoh Waralaba dengan Modal Besar

Waralaba Indomaret

5. Indomaret

Indomaret adalah sebuah minimarket yang dibuat oleh PT. Indomarco Prismatama yang berdiri pada tahun 1988. Mottonya, yaitu “Mudah dan Hemat”.

Dana investasi yang harus di siapkan untuk membuka waralaba indomaret sekitar 394 juta. Hal tersebut sudah termasuk biaya franchise fee selama 5 tahun. Ada juga biaya promosi dan persiapan buka toko sekitar 9,5 jutaan.

Berikutnya biaya renovasi dan tambah daya listrik sekitar 170,5 jutaan rupiah, serta terakhir adalah biaya perkembangan kondisi yang ada dalam pencatatan elektronik dan nonelektronik, sebesar 178 juta rupiah.

6. Alfamart

Alfamart adalah minimarket yang dioperasikan oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, dan berdiri pada tahun 1989 dengan Motto “Belanja Puas Harga Pas”.

Perkembangan minimarket Alfamart lebih cepat, karena sudah memiliki 11.500 jaringan minimarket di seluruh Indonesia. Untuk memperluas minimarket tersebut, Alfamart membuka kesempatan program waralaba.

Syarat utama mendapatkan waralaba ini harus memiliki area minimal 800 meter, meliputi tipe 9 rak senilai Rp300 juta, 18 rak investasinya sebesar Rp350 juta, 36 rak senilai Rp450 juta, serta jumlah 45 rak berbayar Rp500 juta.

7. Alfamidi

Memiliki nama hampir sama dengan Alfamart, justru Alfamidi berkembang lebih pesat. Alfamidi di dirikan pada tahun 2007, kini sudah mencapai 1.300 minimarket yang tersebar di seluruh Indonesia dari perkotaan sampai pedesaan.

Jika berbisnis waralaba dengan Alfamidi, banyak fasilitas yang bisa Anda dapatkan misalnya seperti survei lokasi, persiapan operasional toko, dukungan perizinan, serta beberapa fasilitas lain terkait promosi dan pemasaran.

Nilai investasi minimal untuk Alfamidi senilai Rp1,2 miliar. Jumlah modal fantastis, bukan? Namun tidak perlu ragu memilih Alfamidi, karena dengan keuntungan yang dijanjikan juga fantastis, yakni mencapai Rp750 juta.

8. Socamart

Socamart adalah perusahaan yang menawarkan jaringan retail berbasis waralaba. Jaringan ini memiliki konsep “ekonomi berbagi” yang mengutamakan peran tiap individu tanpa batasan apa pun, baik modal maupun keahlian.

Kelebihan waralaba Socamart adalah murah dan tidak akan membebani mitra dengan biaya admin dan franchise. Anda cukup menanamkan modal investasi di awal senilai Rp220 juta, maka sudah bisa membuka waralaba ini.

9. Yomart

Yomart termasuk minimarket terpopuler di Indonesia gerainya sudah mencapai 250 toko yang tersebar di berbagai kota dan sampai sekarang. Yomart terus memperluas jaringan retail dengan menawarkan program waralaba yomart menyediakan jenis gerai EC Store.

Luas dari gerai Yomart mulai dari 60-100 meter persegi, lalu mengenai nilai investasi, Anda bisa memilih paket sebesar Rp314 juta sampai Rp355 juta. Dengan nominal tersebut, Anda bisa mendapatkan 2.256—3.200 item produk.

10. Waralaba OMI

Indogrosir berhasil mengembangkan gerai lewat waralaba merek OMI. Pembinaan Indogrosir terhadap toko tradisional membuahkan hasil dan sudah terbukti bisa dimiliki oleh badan usaha maupun perorangan sekalipun.

Tiap franchise OMI boleh menggunakan nama dagang sendiri. Minimarket ini dijalankan secara mandiri, tanpa campur tangan Indogrosir. Bagi Anda yang berminat membeli waralaba OMI, siapkan modal Rp213-333 juta.

Itulah pengertian, contoh, dan jenis-jenis waralaba. Semoga Anda tahu bisnis waralaba apa yang ingin dicoba! Baik modal besar maupun modal kecil.

Open chat
Scan the code
Make Money Work For You
Halo Investor Yth,
Ada yang bisa kami bantu?